PART NOMER BILL OF MATERIAL
Di dalam struktur bill of
material dimana setiap komponen dapat diwakili oleh sebuah nomer atau kode
untuk mempermudah identifikasi dari setiap komponen atau part yang terdaftar di
dalam system struktur bill of materials. Selain sebagai identifikasi , nomer
komponen atau yang saya sebut sebagai part nomer juga memiliki standar baku di
setiap penggunanya (perusahaan). Setiap part nomer memiliki referensi dalam
bentuk gambar sebagai acuan untuk komponen atau part tersebut. Dengan gambar
tersebut komponen juga terwakili melaui part nomer.
Part
nomer akan sangat effective bila jumlah komponen yang terdapat dalam satu
produk memiliki jumlah yang banyak. Dalam membentuk format part nomer harus
dilakukan secara sistematik dan di kategorikan sesuai fungsinya agar tidak
terjadinya tumpang tindih di saat pembuatan part nomer baru di kemudian
hari. Kita dapat dengan mudah
mengidentifikasikan komponen dengan part nomer sebagai contoh kecil manfaat
dari part nomer adalah untuk membedakan karakteristik dari part tersebut ,
sebut saja paku dengan ukuran yang hampir sama panjangnya : paku A:10mm &
paku B:12mm. bagaimana anda menyebutkan komponen tersebut jika komponen
tersebut hampir memiliki kesamaan panjang.
Saya mungkin akan mangatakan “paku panjang 10mm dan paku panjang 12mm” untuk mewakili nama komponen tersebut. Bayangkan jika paku tersebut memiliki karakteristik tambahan seperti diameter, warna, kekuatan , kelenturan dan lain-lain . pasti kita akan kesulitan mengatakan dan menyebutkan penamaan komponen tersebut karena kurang effective.
Saya mungkin akan mangatakan “paku panjang 10mm dan paku panjang 12mm” untuk mewakili nama komponen tersebut. Bayangkan jika paku tersebut memiliki karakteristik tambahan seperti diameter, warna, kekuatan , kelenturan dan lain-lain . pasti kita akan kesulitan mengatakan dan menyebutkan penamaan komponen tersebut karena kurang effective.
Sekarang kita sudah memiliki part nomer yang akan mewakili karakteristik komponen itu dengan part nomer yang akan sangat mudah kita menyebutkannya, sebut saja part nomer komponen tersebut adalah : KA-2497 (part nomer ini mewakili ukuran, warna , kekuatan, kelenturan dan lain-lain sesuai dengan spesifikasi gambar). Tidak dapat di pungkiri bahwa part nomer sangat berpengaruh di dalam pembuatan bill of material agar tersusun dengan sistematis, sesuai fungsinya part nomer dapat memudahkan kita di segala bidang sebagai suatu identifikasi yang spesifik. Di dalam membentuk bill of material saya membagi menjadi beberapa kategori part nomer yaitu :
·
Part nomer untuk Produk Jadi.
·
Part nomer untuk sebuah Group komponen.
·
Part nomer untuk sebuah Instalasi komponen.
·
Part nomer untuk Kondisi Khusus (penggabungan 2 atau lebih komponen), dan
·
Part nomer untuk Komponen Tunggal.
Dari
ke lima kategori tersebut masing-masing part nomer memiliki fungsi yang
berbeda-beda tetapi memiliki keterkaitan yang tidak dapat di pisahkan dalam
satu kesatuan struktur di dalam bill of material. Dalam hal ini saya akan
menjelaskan pada artikel saya selanjutnya mengenai masing masing fungsi dan
kegunaan dari kategori part nomer tersebut.









0 komentar:
Posting Komentar