Mungkin tidak semua orang banyak
yang mengerti tentang bill of material,
karena pekerjaan ini bisa dikatakan sangat sepesifik di dalam suatu organisasi
sebuah perusahaan, tetapi dampak yang dihasilkan dalam system produksi
manufaktur sangat berperan penting untuk menjaga kesetabilan proses produksi. Sehingga bill of material dapat saya katakan sebagai kerangka di dalam suatu system produk. Dari berbagai
macam komponen yang terstruktur dengan
baik dalam pengadaan komponen untuk menghasilkan suatu produk sesuai dengan
keinginan kita, tidak terlepas dari suatu system yang mendukungnya serta
keahlian seseorang yang mengerjakannya.
Dalam hal ini saya mencoba memberikan
beberapa contoh dan menjelaskan mengapa kita memerlukan bill of material untuk
di pergunakan di dalam elemen perusahaan manufaktur.
·
Procurement / Purchasing : department yang bertugas sebagai gerbang
perusahaan dalam hal pembelian komponen bahan baku atau barang jadi memerlukan data bill of material sebagai
referensi daftar komponen yang harus mereka beli / order, proses apa yang terdapat
di dalam komponen tersebut, Lalu bagaimana
part tersebut di dapat dengan sumber dari lokal atau import, Dari berbagai informasi yang terdapat di
dalam bill of material Procurement / Purchasing memiliki peranan penting dalam
membangun bill of material, karena mereka harus mendapatkan harga komponen yang
sesuai dengan target perusahaan dalam mengasilkan produk jadi nantinya. Setiap
komponen harus memiliki harga yang rasional agar tidak mengakibatkan mahalnya produk yang akan di jual nantinya.
·
Engineering : di dalam proses
produksi terdapat yang namanya instruksi
kerja untuk seorang operator , setiap instruksi kerja terdapat komponen yang
akan di proses, baik itu welding, painting, machining dan lainnya memerlukan
bill of material sebagai dasar penomeran komponen. Kode nomer harus sesuai dengan yang terdapat
di dalam bill of material pembuatan instruksi kerja atau yang sering kita dengar dengan OP-sheet
(Operation Standard ). Engineering departemen juga memiliki peranan penting
untuk menginformasikan tingkatan atau level proses yang terdapat di dalam satu
komponen atau part.
·
PPC (Planning Production Control) : departemen ini yang bertanggung jawab dalam
proses MRP (Material Requirement Planning) yaitu suatu proses yang dilakukan
suatu system untuk pengorderan sesuai dengan planning produksi atau sesuai dengan jumlah order pesanan. data
bill of material di pergunakan sebagai dasar
terbentuknya PO (Purchace Order) dari hasil proses MRP. Selain sebagai dasar terbentuknya PO, bill of
material berguna sebagai Forecast
(perkiraan produksi untuk produksi
± 3 bulan kedepan, biasanya sangat di perlukan oleh vendor atau supplier
part/ komponen).
Dari
beberapa contoh diatas masih banyak lagi
kegunaan bill of materials, dan begitu besar manfaat dari bill of material di dalam menjalankan
kegiatan manufakturing dan industry.
1 komentar:
Grab Training from Real time Consultant on SAP FICO / MM / SD and
S4 Hana Simple Finance and Simple Logistics
Special Training on COPA and Product Costing
To receive training You need to have a computer with Internet and Mic..
If interested please get back to my number on +91 9163947650
Visit site for more information : http://saptecheducation.blogspot.in/
Posting Komentar